Commercial Selection Bali Airport - Ngurah Rai International Airport

Selamat datang di Pulau Dewata. Saat ini kami sedang membangun Terminal Internasional Baruyang baru. Temukan bagaimana caranya menjadi bagian.
Scroll Up/Down for more content

Informasi

Informasi

Pulau Bali merupakan sebuah pulau yang terkenal di dunia yang terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Dengan luas wilayah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bali memberikan keunikan seni-budaya yang menjadi daya tarik wisatawan dunia. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu dengan kehidupan masyarakatnya yang sangat kental dengan adat istiadat. Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

Bali konsisten menempatkan sektor pariwisata sebagai sektor andalan. Pengembangan industri pariwisata di Bali secara umum menerapkan konsep Pariwisata Budaya, yang secara implisit memasukkan misi menumbuh suburkan kebudayaan Bali dalam setiap kegiatan pengembangannya. Di lain pihak, kepariwisataan telah menjadi salah satu industri yang memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan perekonomian Bali. Seperti tercermin dalam komposisi penyumbang pertumbuhan perekonomian Bali, sektor perdagangan, hotel, dan restoran selalu menjadi sektor andalan Provinsi Bali.

Sebagai gerbang utama menuju Pulau Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berusaha merepresentasikan keunggulan-keunggulan kebudayaan Bali kepada wisatawan domestik dan internasional. Selain itu juga Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai secara tidak langsung menyokong perkembangan perekonomian Bali.

Sejak berdirinya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada tanggal 1 Agustus 1969, Bandara Internasional Ngurah Rai telah memberikan kontribusi positif atas pertumbuhan ekonomi Bali melalui penyediaan akses transportasi yang efisien, pengelolaan operasional Bandara yang baik serta melalui peningkatan pergerakan transportasi penerbangan. Bandara Internasional Ngurah Rai telah menjadi sebuah gerbang utama yang memberikan pelayanan mengesankan kepada pelanggan.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan berlandaskan komitmen pada Keamanan, Keselamatan dan Pelayanan Prima, mempunyai peran aktif yang penting atas kehadiran banyaknya pengunjung yang datang ke Bali. Kami terus menanamkan kepercayaan dan rasa cita terhadap pelanggan kami. Kami juga terus berkomitmen memenuhi tanggung jawab sosial dan pada saat yang sama kami terus meningkatkan pelayanan, dan juga memperhatikan lingkungan sosial, demi masa depan generasi penerus.

 

Rencana Induk Bandara

Penyelesaian Pengembangan Pelabuhan Udara Tuban ditandai dengan peresmian oleh Presiden Soeharto pada tanggal 1 Agustus 1969, yang sekaligus menjadi momen perubahan nama dari Pelabuhan Udara Tuban menjadi Pelabuhan Udara Internasional Ngurah Rai(Bali International Airport Ngurah Rai).

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kargo, maka pada tahun 1975 sampai dengan 1978 Pemerintah Indonesia kembali membangun fasilitas-fasilitas penerbangan, antara lain dengan membangun terminal internasional baru. Gedung terminal lama selanjutnya dialihfungsikan menjadi terminal domestik, sedangkan terminal domestik yang lama digunakan sebagai gedung cargo, usaha jasa catering dan gedung serba guna.

 

Fase I 1990 - 1992

Fase I (1990 – 1992)  meliputi Perluasan Terminal yang dilengkapi dengan Aviobridge, perpanjangan landas pacu menjadi 3.000 meter, relokasi taxiway, perluasan apron, renovasi dan perluasan gedung terminal, perluasan pelataran parkir kendaraan, pengembangan gedung kargo, gedung operasi serta pengembangan fasilitas navigasi udara dan fasilitas catu bahan bakar pesawat udara.

Fase II 1998 - 2000

Fase II (1998-2000), pengembangan bandara dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, antara lain dengan memanfaatkan hutan bakau seluas 12 Ha untuk digunakan sebagai fasilitas keselamatan penerbangan.

Fase III 2011 - 2013

Fase III meliputi pembangunan sebuah Terminal Internasional Baru seluas 130.000 m2, Gedung Parkir Bertingkat, dan Apron. Terminal Internasional Eksisting akan digunakan sebagai Terminal Domestik yang baru, sehingga kapasitas keseluruhan Bandara Internasional Ngurah Rai nantinya dapat menampung 25 juta penumpang per tahun.

Fase IV 2013 - 2014

Terminal Internasional Eksisting akan direnovasi dan diubah menjadi Terminal Domestik yang baru. Sebagai bagian dari proses ini PT Angkasa Pura I (Persero) Commercial SBU telah mengambil alih rencana proses desain dan merchandise pada area komersial yang diajukan. Sebagai tambahan PT Angkasa Pura (Persero) Commercial SBU telah bekerja sama dengan tim konsultan (BD+A Design, Waskita, dan Arkonin) to memastikan bahwa pemikiran komprehensif telah diterapkan pada proses desain dan pengembangan.

 

Siapa sajakah penumpang Domestik?

Perkiraan perkembangan penumpang domestik (dalam jutaan):

Pertumbuhan penumpang domestik diperkirakan akan berkembang sangat cepat, yang akan membantu pertumbuhan kinerja komersial. Lalu lintas penumpang telah meningkat di tahun 2014 dan akan terus meningkat sampai tahun 2020 menurut CAGR dengan perkiraan mencapai 7,71%.

  • Lebih dari 90% penumpang adalah WNI (Warga Negara Indonesia).
  • 76% penumpang melakukan penerbangan pulang ke rumah. Penerbangan pulang ke Jakarta adalah segmen penumpang terbesar (43%).
  • 41% melakukan penerbangan untuk berlibur, 34% untuk urusan bisnis. 53% penumpang yang berlibur melakukan penerbangan pulang ke Jakarta.
  • 12% melakukan penerbangan ke Jakarta untuk selanjutnya melakukan penerbangan internasional.
  • Terdapat beragam penumpang (28% keluarga, 24% dengan rekan kerja, 11% dengan teman, dan 38% bepergian sendiri). Satu dari dua belas penumpang berusia di bawah 12 tahun, membuat keluarga dan anak-anak menjadi segmen penting.
  • Penumpang melakukan penerbangan rutin. 60% melakukan 6 atau lebih penerbangan per tahun (75% adalah pelancong bisnis).
  • Dari data I Gusti Ngurah Rai. 38% penumpang melakukan 6 atau lebih penerbangan per tahun melalui Terminal Domestik (50% adalah pelancong bisnis). Hanya 1% penumpang yang melakukan sekali penerbangan per tahun melalui Terminal Domestic.
  • Penumpang memiliki waktu yang panjang di airside (>90 menit). Namun demikian, kebanyakan dari waktu tersebut digunakan untuk duduk menunggu di ruang tunggu (82 menit).

(Source:  Ngurah Rai Domestic Passenger Survey, 2013)

Dengan kesimpulan, pertumbuhan penumpang yang cepat dengan profil yang sangat baik memberikan kesempatan pada brand / Merk untuk hasil yang menjanjikan dan pertumbuhan yang sangat besar.

 

Tujuan Utama Pengelolaan Komersial

Visi dalam pengelolaan adalah untuk mengembangkan standar global untuk pengalaman berbelanja di bandara dengan sejumlah penekanan pada:

  • Pelayanan penumpang yang baik
  • Penawaran merek – merek kelas dunia
  • Keragaman dari produk – produk yang ditawarkan
  • Membuat identitas yang unik untuk pusat komersial bandara
  • Pemilihan produk dengan kualitas tinggi
  • Adopsi teknologi kualitas tinggi dalam interaksi dengan penumpang, pelayanan , dan solusi
  • Membuat promosi yang unik dan kegiatan yang berinteraksi dengan penumpang
  • Standar yang tinggi dalam keamanan dan keselamatan
  • Fungsionalitas dan fleksibilitas
  • Filosofi bisnis yang ramah lingkungan
  • Efisiensi dalam pengoperasian dan pemeliharaan

Tujuan utama dari seleksi untuk mendapatkan operator yang kompeten adalah agar outlet – outlet retail, F&B, serta services didesain, dibangun, dioperasikan, dipelihara, dan dikelola sesuai standar bandara yang diakui secara internasional, sesuai dengan hukum yang berlaku.

Area Komersial

Terdapat dua area komersial di terminal domestik – Area Keberangkatan di Lantai 2 dan Area Kedatangan di Lantai 1. Terdapat 4 Kategori utama di area komersial tersebut:

  • Duty Paid (retail) dengan total ukuran 1.226 meter persegi
  • F&B dengan toal ukuran 2.179 meter persegi
  • Retail dengan ukuran total 2.084 meter persegi
  • Services dengan ukuran total 1.278 meter persegi

Total Area Komersial adalah 6.766 meter persegi.

Proses Pemilihan Mitra usaha

Pemilihan peserta yang sukses untuk pengumpulan RFP akan dilakukan melalui proses seleksi, dengan peserta yang sebelumnya sudah terseleksi pada setiap setiap prosesnya. Proses seleksi komersial akan menggunakan proses satu tahap (RFQ dan RFP dikombinasikan). Mekanisme dari proses seleksi akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Envelope 0 RFQ Information
  2. Seluruh peserta wajib mengumpulkan full set dokumen – dokumen yang dapat menjadi bukti kualifikasi.
  3. Envelope 1 RFP Technical, Quality and Concept
  4. Amplop ini akan berisi seluruh hal-hal teknis dan konsep komersial, termasuk juga perencanaan dan render dari unit. Amplop ini harus bebas dari segala penawaran finansial.
  5. Envelope 2 RFP Financial
  6. Amplop akan berisi seluruh seluruh informasi finansial terkait dengan penawaran finansial dari peserta mengenai paket tender yang diikuti.

Area Komersial di Terminal Domestik

LEVEL 2 – DEPARTURE FLOOR PLAN – DOMESTIC TERMINAL

 

LEVEL 1 – ARRIVAL FLOOR PLAN – DOMESTIC TERMINAL

Disclaimer

Rangkaian informasi, asumsi, penilaian , dan pernyataan yang tercantum pada website ini tidak dengan serta merta dapat mengakomodir keperluan semua orang, dan tidak memungkinkan bagi PT Angkasa Pura I (Persero) untuk memastikan semua aspek tujuan, aspek teknikal dan kebutuhan dari masing – masing pihak yang membuka website. Ini. Asumsi, penilaian, pernyataan, dan informasi yang terdapat pada website ini bisa saja tidak lengkap, akurat, tepat, dan benar. Untuk dari itu setiap calon peserta diminta untuk melakukan penelitian dan analisis sendiri dan harus memastikan keakurasian, ketepatan, kebenaran, kepastian, dan kelengkapan dari konten website ini.
PT Angkasa Pura I (Persero), tidak bertanggung jawab terhadap perorangan maupun calon peserta dalam hukum, perundang-undangan, peraturan, resitusi yang ada di dalam hukum yang berlaku untuk segala kehilangan, kerusakan, biaya yang terbebankan yang dapat terjadi ataupun di alami oleh calon peserta menyangkut segala hal yang ada di dalam website ataupun dan mencakup semua ketepatan, keakurasian, dan kelengkapan pada website dan semua penilaian, asumsi pernyataan, dan informasi yang ada di website.
PT Angkasa Pura I (Persero) tidak bertanggung jawab dalam kelalaian dalam bentuk apapun yang dapat terjadi dari pengertian terhadap informasi yang ada pada website.